Inhu Peringkat 4 Terluas Terdampak Karhutla di Riau, BPBD Kebut Penanganan
BBI.COM, INHU – Kebakaran hutan dan lahan di Indragiri Hulu kembali bertambah. Berdasarkan data BPBD Riau per Jumat (4/9/2026), Inhu mencatat penambahan 10,5 hektar lahan terbakar dalam sehari.
Dengan tambahan itu, total luas lahan terbakar di Inhu sejak 1 Januari 2026 kini mencapai 615,52 hektar.
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan, penambahan 10,5 hektar di Inhu sama dengan Indragiri Hilir.
Secara kumulatif, Inhu menempati urutan ke-4 daerah terluas terdampak karhutla di Riau sepanjang 2026.
1. Bengkalis: 8.454,40 Ha
2. Pelalawan: 6.705,39 Ha
3. Indragiri Hilir: 1.044,52 Ha
4. Indragiri Hulu: 615,52 Ha
5. Dumai: 556,01 Ha
“Laporan harian ini terus berubah sesuai situasi lapangan setiap harinya. Dari data kita terima kemarin penambahan lahan terbakar sebanyak 87,9 hektar se-Riau,” kata Edy, Jumat (4/9/2026).
Penambahan terbesar se-Riau justru terjadi di Pelalawan dengan 64,4 hektar.
Edy menyebut, penanganan karhutla di Inhu dilakukan tim gabungan TNI, Polri, BPBD Inhu, dan Manggala Agni baik lewat jalur darat maupun udara.
Seperti yang dilakukan Bupati Ade Agus Hartanto dan Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy yang sehari sebelumnya terjun langsung ke lokasi karhutla di Sungai Guntung Hilir, area KSO eks PT Kurnia Subur. Di sana ditemukan 4 titik api dengan karakteristik lahan gambut yang rawan muncul kembali.
“Kami terus memantau perkembangan karhutla di setiap daerah dan penanganan dilakukan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan,” ujar Edy.
Teakhir, ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Penjagaan 24 jam di titik rawan terus dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru.


