Tutup Roadshow Jakarta, Sinergi Inhu-Kemenkop RI: Menuju Hilirisasi Sawit Berbasis Kerakyatan
BBI.COM, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menutup rangkaian Roadshow Jilid II di Jakarta dengan sebuah gebrakan strategis. Tak tanggung-tanggung, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos, M.Si, memboyong jajaran top birokratnya untuk menembus langsung jantung pembuat kebijakan di Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Jumat (10/07/2026).
Langkah agresif ini dilakukan demi mengeksekusi misi besar: merebut hak pengelolaan lahan sawit telantar untuk diserahkan kepada rakyat.
Kedatangan orang nomor satu di Inhu yang didampingi Sekda Zulfahmi Adrian dan para kepala OPD ini diterima langsung secara eksklusif oleh Menteri Koperasi RI, Ferri Joko Mulyantono, didampingi Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, Bupati Ade Agus Hartanto menyoroti persoalan krusial yang selama ini menjadi “bom waktu” ekonomi di daerah. Pasca-tindakan tegas Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang mencabut status pengelolaan lahan sawit ilegal di kawasan hutan, aset-aset produktif tersebut justru terjebak dalam status status quo.
Lahan sawit yang siap panen kini telantar, berpotensi rusak, dan membuang potensi pendapatan negara serta daerah secara percuma.
Melihat celah tersebut, Pemkab Inhu bergerak cepat dengan menyodorkan solusi konkret yang berpihak pada kerakyatan: Mengalihkan hak kelola kebun sawit eks-penertiban tersebut kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Pola pengelolaan melalui koperasi desa akan memberikan dampak ekonomi yang masif. Selain membuka lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan koperasi, skema ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan. Kita ingin desa mandiri secara fiskal dan tidak lagi melulu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat,” tegas Bupati Ade Agus Hartanto secara gamblang.
Usulan ini bukan sekadar teori di atas kertas. Bupati Ade meyakinkan Kementerian Koperasi dengan menyodorkan dua bukti empiris (pilot project) yang sudah berjalan sukses di Kabupaten Inhu yakni, Fakta Lapangan, dengan Desa percontohan di Inhu terbukti mampu mengelola perkebunan sawit secara mandiri melalui wadah koperasi.
Kemudian, Performa Finansial, dengan Pendapatan bersih (net profit) yang dihasilkan dari pengelolaan koperasi lokal tersebut secara mencengangkan mampu melampaui alokasi Dana Desa tahunan dari APBN.
Gagasan taktis dari Bumi Tiga Lorong ini langsung mendapat respons positif dari Menteri Koperasi RI, Ferri Joko Mulyantono. Pasalnya, strategi Inhu dinilai sangat presisi dengan target akselerasi pusat yang mewajibkan pembentukan KDMP 100 persen di seluruh desa/kelurahan pada tahun 2026.
Menteri Koperasi menilai Inhu berhasil menerjemahkan instruksi Presiden terkait hilirisasi komoditas berbasis kerakyatan. Jika skema ini berhasil dieksekusi, Kabupaten Inhu dipastikan akan menjadi role model (percontohan) nasional dalam tata kelola sawit berbasis komunitas.
Sebagai bentuk komitmen penuh, Menkop RI langsung mengundang Bupati Ade Agus Hartanto untuk hadir dalam peluncuran Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) berbasis koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 12 Agustus 2026 mendatang. Agenda ini akan menjadi panggung bagi Inhu untuk memaparkan cetak biru (blueprint) KDMP sektor sawit di tingkat nasional.
Menutup diplomasi daerah tersebut, Bupati Ade turut memamerkan berbagai produk unggulan UMKM asli Inhu di hadapan Menteri. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah payung Koperasi Desa Merah Putih, produk kreatif lokal Inhu tidak hanya akan menjadi penonton, melainkan motor penggerak baru yang siap bertarung di pasar nasional.


