Dari Mimbar ke Matras: Tangan Dingin Tgk Ali Akbar Hidupkan Kembali Denyut Tarung Derajat Aceh
BBI.COM, BANDA ACEH – Suksesnya penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Aceh (PRAPORA) 2026 yang berakhir pada 21 Juni lalu menyisakan catatan penting di luar gemerlap prestasi para atlet. Di balik riuh arena, sosok Tgk Ali Akbar, S.Pd., M.Pd., muncul sebagai episentrum penggerak yang dinilai menjadi kunci kebangkitan ekosistem Tarung Derajat di tanah Serambi Mekkah.
Keberhasilan PRAPORA 2026 yang berlangsung 17–21 Juni 2026 disebut-sebut tak lepas dari tangan dingin pria yang akrab disapa Kang Ali ini. Ia tak sekadar muncul saat seremoni, namun menjadi arsitek di balik layar yang menghidupkan kembali denyut Pengurus Cabang (Pengcab) Tarung Derajat di berbagai pelosok kabupaten/kota di Aceh.
Ketua Pelaksana PRAPORA 2026, Ilyas Ramli, secara terbuka mengakui peran vital sang dosen muda tersebut. ”Beliau bergerak tanpa mengenal lelah. Mulai dari koordinasi atlet, aktivasi Pengcab, hingga detail teknis kepanitiaan. Semangat pengabdiannya adalah bahan bakar suksesnya gelaran ini,” tegas Ilyas.
Tgk Ali Akbar bukan figur awam di dunia olahraga. Mantan atlet berprestasi internasional—yang pernah menorehkan tinta emas di Malaysia tahun 2015—ini kini bertransformasi menjadi mentor lintas sektor. Keunikan Ali terletak pada perannya yang multidimensi: seorang akademisi (dosen), pendakwah (imam dan khatib), sekaligus pelatih olahraga bela diri.
Ketua Umum Kodrat Aceh, Mohd Al-Fatah, S.Ag., menyoroti bahwa pola pembinaan berkelanjutan yang diterapkan Ali merupakan standar baru bagi pengembangan olahraga di Aceh.
”Kemajuan olahraga tidak bisa instan. Ali membuktikan bahwa pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan di pusat latihan yang ia kelola di Gampong Ilie, Ulee Kareng, adalah fondasi mutlak bagi prestasi masa depan,” ujar Al-Fatah.
Jejak panjang Ali di dunia olahraga pun telah diakui publik. Sebagai bukti dedikasinya, ia pernah didapuk menjadi pembawa obor dalam Kirab Api PON XXI Aceh–Sumut 2024 di Banda Aceh—sebuah kehormatan bagi tokoh yang dianggap berjasa besar bagi daerah.
Kini, melalui pusat latihan di Ulee Kareng, ia terus mencetak atlet-atlet muda dengan visi yang melampaui sekadar trofi. Baginya, Tarung Derajat adalah instrumen pembentukan jati diri generasi muda Aceh.
PRAPORA 2026 telah usai, namun narasi tentang sosok penggerak seperti Tgk Ali Akbar menjadi pengingat bagi dunia olahraga Aceh: bahwa di atas setiap podium kemenangan, selalu ada kerja keras dan ketulusan dari para pengabdi yang memilih bekerja dalam senyap demi masa depan yang lebih gemilang.
“Ketika banyak orang fokus menjadi juara di arena, Kang Ali memilih menjadi penggerak yang melahirkan para juara. Dari tangan-tangan pengabdi seperti inilah masa depan olahraga Aceh dibangun.”


