Bermalam di Tepi Sungai, Bupati Inhu Tinjau Langsung Jembatan Putus dan Sekolah 3T
BBI.COM, INHU – Hari kedua kunjungan kerja Pemkab Indragiri Hulu di Kecamatan Batang Peranap membuka tabir ketimpangan layanan dasar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Di tengah peringatan HUT ke-22 kecamatan tersebut, kondisi sekolah rusak, jembatan putus, hingga program gizi yang belum menjangkau, menjadi catatan merah yang disorot langsung Bupati Ade Agus Hartanto.
Kunker Rabu (2/9/2026) dipimpin Bupati Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal, M.Si., dan Sekda Zulfahmi Adrian, AP., M.Si., bersama anggota DPRD dan Kepala OPD. Semalam sebelumnya, rombongan memilih bermalam di tenda tepi Sungai Desa Peladangan sebagai simbol hadir langsung di tengah masyarakat.
Layanan Dasar Didekatkan, e-KTP dan CKG Masuk Desa
Agenda dimulai di Poskesdes Peladangan. UPTD Puskesmas Sencano Jaya menggelar Cek Kesehatan Gratis. Bupati, Wabup, dan Sekda turut menjadi peserta. Bantuan untuk ibu hamil dan menyusui juga diserahkan di lokasi yang sama.
Pemkab melalui Disdukcapil juga membuka gerai perekaman e-KTP di Kantor Desa Peladangan. Langkah ini untuk memangkas jarak dan biaya warga 3T yang selama ini harus ke kecamatan demi mengurus administrasi kependudukan.
Sekolah Rusak Jadi Sorotan, MBG Belum Menyentuh
Potret paling memprihatinkan muncul dari sektor pendidikan. Peninjauan ke SDN 008 Peladangan, SD Kelas Jauh Peladangan, hingga SD Kelas Jauh Punti Kayu memperlihatkan bangunan yang tidak layak.
Bupati Ade Agus tidak sekadar memberi motivasi kepada siswa dan guru. Ia memerintahkan penataan status sekolah, mulai opsi penggabungan, berdiri sendiri, hingga pembangunan ruang kelas baru. Seluruh usulan akan didorong ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ketimpangan lain ada pada pemenuhan gizi. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum menyentuh sekolah di kawasan 3T Batang Peranap. Pemkab Inhu memastikan akan segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar sekolah 3T masuk prioritas, sejalan dengan Asta Cita Presiden.
Infrastruktur Mendesak: Jembatan Putus hingga Rawan Banjir
Di bidang infrastruktur, tim meninjau ex jembatan putus di Desa Pesajian yang memutus akses warga. Kemudian rencana pembangunan turap saluran air di Kantor Desa Sungai Aur, serta area rawan banjir di lingkungan UPTD Puskesmas Sencano Jaya yang perlu penanganan segera.
Rangkaian kunker ditutup dengan peninjauan BUMDes Harapan Baru Sencano Jaya sebagai upaya menguatkan ekonomi desa.
“Keterbatasan fiskal daerah bukan alasan untuk tidak hadir. Kami akan terus memperkuat koordinasi dan memperjuangkan dukungan pemerintah pusat, agar hak masyarakat atas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang layak benar-benar terpenuhi,” tegas Bupati Ade Agus.


