20 Hektar Lahan Gambut di Kuala Cenaku Terbakar, 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan
BBI.COM, INHU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Hingga Rabu (9/9/2026) sore, tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi telah menangani area terdampak yang diperkirakan mencapai luas 20 hektar.
Peristiwa ini pertama kali terdeteksi melalui sistem pemantauan Dashboard Lancang Kuning (DLK). Menanggapi laporan tersebut, personil gabungan langsung bergerak melakukan aksi pemadaman dan pendinginan sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Operasi penanggulangan karhutla di lapangan dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Adi Wibawa, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Edison Ludi Bard Sitanggang, Komandan Kompi 3 Polres Inhu AKP Rizal Islami Rahman, serta Kapolsek Kuala Cenaku Iptu Awet L Nainggolan.
“Api membakar area lahan kosong bervegetasi semak belukar dan tumpukan sampah di atas tanah gambut tebal milik warga tempatan. Karakteristik kebakaran berupa kebakaran permukaan,” ujar Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, melalui Kasi Humas Aipda Misran.
Dalam upaya penyekatan dan pemadaman, kekuatan penuh dikerahkan dengan melibat puluhan personel dari unsur Polri (Polres Inhu dan Polsek Kuala Cenaku), TNI, Satpol PP, pihak swasta (PT SBL), Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga setempat.
Misran mengatakan, mengingat kondisi tanah gambut yang tebal serta potensi sebaran api yang luas, armada pendukung dikerahkan ke titik koordinat 0,40459S 102.68579E. Berbagai sarana dan prasarana penunjang yang dikirim ke lokasi, meliputi Armada Udara mengarahkan 2 unit helikopter Water Bombing (WB) dan 1 unit drone pemantau, kemudian Peralatan Pemadam yang terdiri dari 5 unit mesin Mini Striker, 6 unit mesin Robin, dan 16 rol selang, serta Armada Darat, yakni 1 unit alat berat dan 18 unit kendaraan roda dua.
“Hingga Rabu sore, tim gabungan tercatat telah berhasil memadamkan dan melakukan pendinginan di area seluas 8 hektar dari total 20 hektar yang terbakar,” tutur Misran.
Ia menjelaskan, bahwa proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan geografis yang cukup berat. Petugas harus menempuh jalur air menyeberangi sungai, dilanjutkan perjalanan darat sejauh kurang lebih 10 kilometer dari Polsek Kuala Cenaku.
“Selain akses yang sulit, beberapa kanal dan parit di sekitar titik lokasi mengalami kekeringan air,” jelas Misran.
Untuk mengantisipasi penjelaran api yang lebih luas, sambung Misran, petugas mengerahkan alat berat guna membuat sekat bakar di sekitar lokasi.
“Meskipun titik api masih terus ditangani dan dilakukan pendinginan intensif, situasi di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali, Kami juga akan menurunkan personel BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Polda Riau guna mempercepat penanganan lebih lanjut,” tegas Misran.


