Dilaporkan di Media Sosial dan Tak Berdaya Saat Diangkut Polisi, Ternyata Pemuda Ini DPO Kasus Narkoba
BBI.Com, INHU – Media sosial kembali memainkan peran penting dalam membantu penegakan hukum. Kali ini, sebuah laporan dari masyarakat melalui platform digital berhasil membuka tabir keberadaan seorang buronan kasus narkoba.
Seorang pria, Rido Handrian alias Rido (29) asal Jalan Datuk Sarimin, Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tak berkutik saat diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Inhu, Senin (4/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas, AIPTU Misran, SH mengapresiasi masyarakat karena berperan aktif, jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan, terlebih terkait narkotika.
“Partisipasi masyarakat sangat penting, kami akan tindaklanjuti terus setiap informasi yang masuk dari masyarakat dan sumber informasi Polisi kini tidak hanya berbekal informasi intelijen,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Misran menjelaskan, penangkapan terhadap Rido merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya, Sudaryanto alias Anto. Dari hasil interogasi, Anto mengaku memperoleh sembilan bungkus sabu dari Rido.
“Rido memang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak awal Juli 2025, setelah namanya disebut dalam pengungkapan sebelumnya. Namun baru pada tanggal 4 Agustus keberadaannya terdeteksi setelah laporan masyarakat masuk melalui media sosial,” ujar Misran.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Inhu memerintahkan Kanit I Sat Resnarkoba, IPDA Iksan Lutfi, SE, untuk segera bergerak. Ia kemudian berkoordinasi dengan Ps. Kanit II, AIPDA Juan Ari Eka, SH, dan tim gabungan langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Dari hasil pantauan, Rido diketahui sedang berada di rumahnya di Jalan Datuk Sarimin.
Tak ingin kehilangan jejak, tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Inhu, AKP Adam Efendi, SE, MH, segera melakukan penggerebekan. Dalam operasi cepat tersebut, Rido berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, ia mengakui telah memberikan narkotika jenis sabu kepada Anto.
“Barang bukti yang diamankan dari TKP berupa satu unit handphone warna hitam. Meski tidak ditemukan sabu secara fisik saat penggerebekan, pengakuan tersangka dan keterkaitannya dengan perkara sebelumnya menjadi dasar kuat untuk proses hukum selanjutnya,” tambah AIPTU Misran.
Terakhir, Misran mengatakan, kasus ini kini dalam tahap penyelidikan lebih lanjut di Polres Inhu. Rido akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atas kepemilikan dan peredaran sabu, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


