Anjlok Lagi! Harga TBS Sawit Swadaya Riau Turun Jadi Rp3.885 per Kg
BBI.COM, PEKANBARU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra swadaya di Riau kembali turun. Untuk periode 23 – 29 September 2026, harga tertinggi pada umur 9 tahun dipatok Rp3.885,17 per kilogram.
Turun Rp27,08 per Kg atau 0,69 persen dibanding pekan lalu. Ini menjadi penurunan tertinggi di kelompok umur 9 tahun.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP., M.Si mengatakan, penurunan dipicu anjloknya harga CPO dan kernel.
“Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel,” kata Defris, Selasa (22/9/2026).
Hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS mencatat, harga jual CPO turun Rp54,30 per Kg menjadi Rp15.696,29 per Kg. Harga kernel turun Rp283,95 per Kg menjadi Rp14.055,05 per Kg.
Indeks K yang digunakan 93,30 persen, BOTL 0,61 persen, dan harga cangkang Rp24,65 per Kg.
DAFTAR LENGKAP HARGA TBS SWADAYA RIAU PERIODE 23-29 SEPTEMBER 2026:
– Umur 3 tahun: Rp3.006,76
– Umur 4 tahun: Rp3.354,39
– Umur 5 tahun: Rp3.600,80
– Umur 6 tahun: Rp3.739,85
– Umur 7 tahun: Rp3.824,10
– Umur 8 tahun: Rp3.870,50
– Umur 9 tahun: Rp3.885,17 (tertinggi)
– Umur 10-20 tahun: Rp3.844,40
– Umur 21 tahun: Rp3.779,36
– Umur 22 tahun: Rp3.704,52
– Umur 23 tahun: Rp3.619,43
– Umur 24 tahun: Rp3.555,00
– Umur 25 tahun: Rp3.502,13
– Umur 26 tahun: Rp3.483,09
– Umur 27 tahun: Rp3.453,65
– Umur 28 tahun: Rp3.397,85
– Umur 29 tahun: Rp3.356,85
– Umur 30 tahun: Rp3.263,13
Penetapan mengacu Permentan No.13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun No.144/Kpts./PP.320/E/12/2025. Menggunakan tabel rendemen baru hasil kajian PPKS Medan.
Tercatat sejumlah PKS tidak melakukan penjualan. Sesuai Pasal 16 Permentan, harga yang digunakan adalah rata-rata tim. Jika terkena validasi kedua, digunakan harga KPBN. Untuk periode ini, rata-rata CPO KPBN Rp15.733 per Kg dan kernel KPBN Rp13.810 per Kg.
Defris menegaskan, tata kelola penetapan harga terus diperbaiki agar berkeadilan.
“Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra,” ujarnya.
Perbaikan ini didukung penuh Pemprov Riau dan Kejati Riau untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sawit.


