Satreskrim Polres Inhu Berhasil Ungkap Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak
BBI.Com, INHU – Kasus dugaan tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah salah satu Desa, di Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Inhu.
“Tiga orang terduga pelaku SI (58), KM (29) dan HM (26) berhasil diamankan di Mapolres dan para tersangka masih memiliki hubungan keluarga, salah satunya merupakan ayah tiri korban sendiri,” ujar Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK, MSi melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH, Senin (10/10/2025) sore.
Dia menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini langsung dilakukan oleh tim Satreskrim pada Minggu malam (9/11/2025) hingga Senin (10/11/2025) dini hari, setelah menerima laporan dari ibu korban.
Misran memaparkan bahwa, ayah tiri korban, SI melakukan pemerkosaan pada July 2025 di dalam kamar, KM melakukan pemerkosaan pada 17 Agustus 2025 di sebuah perkebunan kelapa sawit, sedangkan HM melakukan pemerkosaan pada 5 November 2025 pukul 15.00 WIB di dalam kamar korban.
Misran mengatakan, korban yang masih berusia anak-anak kini sudah mendapatkan pendampingan khusus dari pihak kepolisian dan lembaga perlindungan anak. “Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis korban tetap terjaga serta memberikan rasa aman agar bisa pulih dari trauma,” katanya.
Menurut Misran, penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak dilakukan dengan sangat hati-hati dan menjunjung tinggi prinsip berita ramah anak, di mana identitas korban dijaga penuh kerahasiaannya.
“Kami melindungi identitas dan kehormatan korban. Yang utama bagi kami adalah pemulihan korban, bukan hanya penegakan hukum terhadap pelaku dan Kami sangat menyesalkan kejadian ini serta berkomitmen menangani kasus kekerasan terhadap anak dengan serius, karena menyangkut perlindungan masa depan generasi muda,” ujarnya.
Terakhir, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Inhu agar berani melapor jika mengetahui atau menduga adanya tindakan kekerasan terhadap anak di lingkungannya. “Peran keluarga, tetangga, dan masyarakat sangat penting dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak-anak,” tandas Misran.


