Hari Pertama Sekolah Ternoda, Belasan Sekolah di Inhu Gagal Terima Makan Bergizi Gratis!
BBI.COM, INHU – Hari pertama Senin (13/7/22026) masuk sekolah yang seharusnya disambut suka cita oleh para siswa baru di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), justru diwarnai kekecewaan. Pasalnya, program unggulan Presiden RI yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nanti ternyata belum menyentuh seluruh sekolah khususnya bagi murid baru.
Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah murid baru di tiga kecamatan dipastikan gigit jari. Karena tidak mendapatkan jatah makan gratis di hari pertama mereka bersekolah.
Kecamatan Lirik menjadi wilayah dengan dampak terluas, di mana terdapat 7 sekolah yang sama sekali belum menerima distribusi. Disusul oleh Kecamatan Rengat Barat dengan 4 sekolah, dan Kecamatan Sungai Lala (Sei Lala) sebanyak 3 sekolah.
Merespon mandeknya distribusi program krusial ini di hari pertama, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Kabupaten Inhu, Seno Harto, SP, SPd, SK, MSi, angkat bicara.
“Kami sangat menyayangkan adanya ketidaksiapan koordinasi di lapangan pada hari pertama ini. MBG bukan sekadar program bagi-bagi makanan, ini adalah hak konstitusional anak-anak kita untuk mendapatkan pemenuhan gizi demi masa depan bangsa,” ujar Seno Harto tegas.
Lebih lanjut, Seno Harto menjelaskan beberapa poin evaluasi dan langkah cepat yang harus segera diambil yakni, Audit Kesiapan Dapur Umum. “APPMBGI akan segera turun ke lapangan untuk memeriksa kendala teknis yang dihadapi oleh para pengelola dapur di wilayah Lirik, Rengat Barat, dan Sei Lala. Apakah masalah berada pada rantai pasok bahan baku atau kapasitas produksi,” tuturnya.
Kemudian Validasi Data Murid Baru, ia mensinyalir ada miskomunikasi terkait lonjakan data jumlah murid baru yang belum terinput secara real-time oleh pihak sekolah ke pengelola dapur mitra.
Seno Harto mendesakan aksi cepat, ia meminta seluruh pengusaha dapur gratis di tiga kecamatan tersebut untuk melakukan langkah darurat (kontingensi) agar besok seluruh siswa yang terlewat sudah bisa menikmati hak mereka.
“Kami minta pemerintah daerah dan dinas terkait tidak tinggal diam. APPMBGI siap menjembatani dan mengevaluasi seluruh anggota kami (pengelola dapur) agar karut-marut di hari pertama ini tidak terulang kembali besok. Anak-anak tidak boleh dikorbankan karena urusan administrasi dan teknis yang lambat,” pungkas Seno Harto.
Masyarakat kini menunggu komitmen nyata dari pihak pengelola dan pemerintah daerah agar program nasional ini tidak sekadar menjadi janji manis di atas kertas.
Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kecamatan Lirik, Yurnalis ketika dikonfimasi membenarkan diwilayahnya ada murid baru di ssjumlah sekolah belum mendapat MBG. “Dari data yang saya terima, masih ada murid baru di sejumlah sekolah hari pertama masuk sekolah, belum mendapatkan jatah MBG, ” ujar Yurnalis.
Data yang diterimanya, murid baru belum mendapatkan MBG yakni, di Kecamatan Lirik, SDN 003 GUDANG BATU 18 siswa, SDN 005 SUNGAI SAGU 25 siswa, SDN 006 SEKO LUBUK TIGO 23 siswa, SDN 008 REJOSARI 9 siswa, SDN 012 SUNGAI SAGU 45 siswa, SDS YKPP LIRIK 18 siswa, serta SDS MUHAMMADIYAH 15 siswa.


