Disdikbud Inhu Gelar Kegiatan Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan melalui Pendidikan Inklusif dan Manajemen Risiko Tahun 2025
BBI.COM, INHU – Sebagai wujud bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan satuan pendidikan, khususnya dalam penerapan pendidikan inklusif serta pengelolaan manajemen sekolah yang profesional dan akuntabel.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar kegiatan Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan melalui Pendidikan Inklusif dan Manajemen Risiko Tahun 2025, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pematang Reba
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Desember 2025 diikuti oleh 400 kepala sekolah (kasek) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Inhu dan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), H. Syahruddin S Sos, MT, didampingi Sekretaris Disdikbud, Hendrik SE.
“Kegiatan ini merupakan amanah pemerintah daerah dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar H. Syahruddin dalam sambutannya.
Menurutnya, satuan pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif, aman, ramah anak, serta bebas dari diskriminasi.
Dia juga menekankan pentingnya pemahaman manajemen risiko, khususnya dalam pengelolaan keuangan sekolah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pengelolaan anggaran yang transparan dan sesuai regulasi dinilai mampu meminimalkan potensi permasalahan hukum serta meningkatkan kepercayaan publik.
Terakhir, Kadisdikbud berharap para kepala sekolah nantinya mampu menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing, sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Inhu terus meningkat dan sejalan dengan visi pembangunan daerah di bidang pendidikan
Sementara itu, Perencana Ahli Muda Disdikbud, Herman SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas kepala sekolah. Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yakni Hj. Raja Adita, S.Sos., MM (Inspektur Pembantu Wilayah I Inspektorat Inhu), Almizan, SE, M.Ak., QRMA (Auditor Ahli Madya Inspektorat Inhu), serta Hartinik, S.Pd., M.Si (Tenaga Pendamping Guru dan Kepala Sekolah Disdikbud Inhu).
“Materi yang disampaikan bersifat aplikatif dan kontekstual, sehingga dapat langsung diterapkan oleh para kepala sekolah di satuan pendidikan masing-masing,” ungkap Herman.
Dari sisi pendidikan inklusif, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan hak pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik tanpa diskriminasi. “Pendidikan inklusif juga diharapkan mampu menumbuhkan nilai toleransi, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi semua anak,” harapnya.
Selain itu, sambung Herman, para peserta dibekali materi manajemen risiko, pencegahan pungutan liar (pungli), gratifikasi, maladministrasi, serta tata cara perencanaan dan pertanggungjawaban anggaran BOS (SPJ BOS) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


