Cuaca Ekstrem Ganggu Tanaman Jagung di Desa Usul, Polsek Batang Gansal Turun Tangan
BBI.COM, INHU – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mulai berdampak pada sektor pertanian. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pertumbuhan tanaman jagung pipil milik warga di Desa Usul, Kecamatan Batang Gansal, dilaporkan mengalami hambatan serius akibat faktor alam tersebut.
Merespons situasi ini, Polsek Batang Gansal bergerak cepat dengan menerjunkan personel untuk mengecek langsung kondisi riil di lahan swadaya masyarakat pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Langkah ini diambil guna memetakan kendala sekaligus memastikan program penguatan pangan di tingkat akar rumput tidak lumpuh.
Pengecekan taktis tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Desa Danau Rambai dan Penyaguan, Bripka Ari Haryatman P, S.H. Di lokasi, ditemukan bahwa tanaman jagung pipil yang kini menginjak usia krusial sekitar 50 hari tersebut menunjukkan gejala pertumbuhan yang kurang optimal akibat anomali cuaca belakangan ini.
Meskipun dihadapkan pada kendala alam yang cukup berat, semangat para petani lokal terpantau tidak surut. Mereka tetap konsisten melakukan perawatan intensif guna menyelamatkan potensi panen.
Kegiatan monitoring ini menegaskan komitmen penuh Polri dalam mengawal dan mengamankan Program Asta Cita Presiden RI demi mewujudkan target besar swasembada pangan nasional pada tahun 2026 ini.
Kapolsek Batang Gansal, IPTU Jimmy Lano, S.Sos., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian di tengah pelonjakan kendala cuaca ini adalah bentuk dukungan moral dan pengawasan agar program ketahanan pangan tetap berjalan di jalur yang benar.
“Faktor cuaca memang menjadi tantangan nyata di lapangan, namun pertahanan pangan tidak boleh kendur. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberi semangat, sekaligus mendampingi masyarakat agar tetap optimis melakukan perawatan maksimal hingga masa panen tiba,” ujar IPTU Jimmy Lano tegas.
Polsek Batang Gansal bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan lahan-lahan pertanian produktif di wilayahnya guna mengantisipasi kegagalan panen yang dapat mengancam stabilitas pasokan pangan daerah.


