PLN 81 Tahun: Dari Lampu Belajar Anak Hingga Mesin Industri, Listrik Jadi Urat Nadi Bangsa
BBI.COM, JAKARTA – Delapan puluh satu tahun listrik menyala di Indonesia. Di Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan peran listrik bukan lagi sekadar komoditas, tapi urat nadi kehidupan dan penggerak kemandirian bangsa.
Mengusung tema “Energi untuk Semua, Kemandirian bagi Indonesia”, peringatan HLN tahun ini menjadi refleksi panjang perjalanan kelistrikan nasional.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan PLN siap mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto menuju kedaulatan energi.
“Arahan Bapak Presiden mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih adalah tanggung jawab kita. Program 100 GWp PLTS harus kita laksanakan. Seluruh pekerjaan di RUPTL harus kita tuntaskan. Bersama Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Suroso di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Suroso menekankan, keandalan listrik hari ini menentukan roda kehidupan. Dari lampu belajar anak di pelosok, warung kecil yang menjaga dagangan tetap dingin, rumah sakit yang merawat pasien, hingga mesin industri yang terus berproduksi.
Karena itu, setiap gangguan adalah soal aktivitas yang tertunda dan penghasilan yang terganggu. PLN memetakan titik gangguan berulang berbasis risiko dan memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material.
“Ketika keluhan datang, harus segera ditangani. Kita paham tantangan di lapangan berat, petugas harus menyeberang sungai, hadapi medan sulit, cuaca buruk. Tapi PLN harus langsung menjawab kegelisahan masyarakat yang bertanya kapan listrik menyala. Saya tidak ingin perjuangan ini hanya menjadi cerita di Hari Listrik Nasional, tapi perubahan nyata,” ujarnya.
Dengan semangat PLN Empower All, Suroso menutup pesannya.
“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, dan setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” tutupnya.


