Bedah Nasionalisme di Pinggiran Bukit Tiga Puluh, Tim Ekspedisi Polda Riau Tembus Pedalaman Suku Talang Mamak
BBI.COM, INHU — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau bersama Polres Indragiri Hulu (Inhu) menembus kawasan adat terpencil Suku Talang Mamak di Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Minggu (2/8/2026).
Langkah ini dilakukan untuk menegaskan kehadiran negara sekaligus menggelorakan semangat nasionalisme di wilayah pinggiran Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang selama ini minim akses.
Aksi lapangan yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Lantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika bersama Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Desa Siambul, Rodang, beserta jajaran tokoh adat setempat.
Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, menegaskan bahwa penjangkauan ke Dusun Nunusan di sepanjang aliran Sungai Batang Gansal merupakan wujud komitmen kepolisian dalam menjangkau masyarakat rentan dan berpenghasilan rendah.
“Kehadiran kami adalah bukti nyata Polri selalu ada, peduli, dan siap menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat tanpa memandang batas wilayah maupun suku,” ujar Misran.
Dalam kunjungan tersebut, tim menyerahkan secara simbolis 180 helai bendera Merah Putih beserta pita ikat kepala kepada para tokoh adat. Jumlah bendera tersebut disesuaikan secara presisi dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Dusun Nunusan.
“Pemberian bendera ini membawa pesan mendalam. Walaupun tinggal di pedalaman, mereka tetap bagian utuh dari keluarga besar Indonesia. Nasionalisme harus tumbuh di setiap hati,” tutur Misran.
Selain penguatan simbolis, tim ekspedisi menyalurkan 180 paket sembako guna mengintervensi kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan akses logistik geografis.
Guna mendukung program Green Policing yang dicanangkan Kapolda Riau, aksi sosial ini dilanjutkan dengan penanaman 180 bibit pohon buah terdiri dari matoa, rambutan, dan durian di sepanjang bantaran Sungai Batang Gansal. Program ini diproyeksikan untuk menahan laju erosi sungai sekaligus menjadi investasi ketahanan pangan lokal.
Sektor pemuda dan keamanan lingkungan turut disentuh lewat penyerahan, 50 set perlengkapan bola voli dan bola kaki untuk aktivitas pemuda, 3 set sarana prasarana Pos Kamling guna mengoptimalkan pengamanan swakarsa, serta penyerahan Penghargaan khusus kepada Ketua RT Dusun Nunusan atas dedikasinya mendukung akses pendidikan anak-anak pedalaman.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif antara jajaran pimpinan kepolisian dan warga Desa Siambul untuk menyerap aspirasi terkait pelayanan publik dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Misran merinci, ekspedisi ini mengusung empat misi utama, yakni mendekatkan institusi Polri dengan warga, memastikan kehadiran intervensi negara di daerah tertinggal, menciptakan stabilitas rasa aman, serta membuka saluran komunikasi langsung bagi aspirasi masyarakat adat.


