Sasar Anak Panti Asuhan, Bupati Inhu Kucurkan Bantuan dan Motivasi di HAN ke-42
BBI. COM, INHU — Komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam menjamin kesetaraan hak anak kembali ditunjukkan secara nyata. Melanjutkan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., memboyong jajaran menyambangi Panti Asuhan Baitul Yatama di Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Senin siang (27/7/2026).
Langkah ini menegaskan bahwa kemeriahan HAN ke-42 tidak boleh hanya dirasakan kelompok tertentu, melainkan harus menjangkau anak-anak kurang beruntung dan yatim piatu di pelosok daerah.
Dalam arahannya di hadapan para penghuni panti, Bupati Ade memberikan suntikan motivasi mendalam. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan hari ini bukanlah penentu masa depan seseorang, melainkan sejauh mana kesiapan dan kerja keras dalam membekali diri.
”Kondisi hari ini tidak menjamin bagaimana masa depan kita. Yang menentukan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menatap masa depan. Yang penting, jaga diri, patuhi nasihat orang tua dan guru, serta rajin belajar. Insyaallah kalian semua bisa menjadi anak-anak hebat yang membanggakan,” tegas Ade.
Tidak sekadar memberi arahan moral, Pemkab Inhu bersama sejumlah pihak terkait juga menggelontorkan aksi nyata. Berbagai bantuan diserahkan langsung, mulai dari paket makanan siap saji, alat tulis, selimut, hingga paket sembako. Guna mendukung operasional panti, diserahkan pula bantuan 40 sak semen dan 10 batang bibit pohon.
Sinergi lintas sektor turut dioptimalkan dalam kunjungan ini. Bank Riau Kepri menyerahkan suvenir khusus, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membagikan Kartu Identitas Anak (KIA) guna menjamin legalitas identitas mereka, sementara Dinas Kesehatan Inhu menerjunkan tim untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh anak panti.
Lewat aksi turun ke lapangan ini, Pemkab Inhu mengirimkan pesan kuat: peringatan Hari Anak Nasional di Indragiri Hulu bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum koreksi dan pendorong perlindungan serta pemenuhan hak anak demi mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkarakter.


