Batas Fiskal Bukan Halangan, Pemkab Inhu Gaet Pemikiran Purnabakti ASN Bangun Daerah
BBI. COM, INHU — Keterbatasan kemampuan fiskal daerah tak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Pemkab Inhu) untuk memacu roda pembangunan. Di tengah tantangan pengelolaan anggaran yang makin ketat, Pemkab Inhu merangkul para sesepuh dan purnabakti ASN yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) sebagai wadah penyeimbang kebijakan serta sumber inspirasi moral daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., saat menghadiri Peringatan HUT Ke-64 PWRI Tingkat Kabupaten Inhu sekaligus Pengukuhan Pengurus PWRI Kecamatan se-Kabupaten Inhu di Danau Raja, Kota Rengat, Sabtu (25/7/2026).
Turut mendampingi dalam agenda strategis ini, Wakil Bupati Ir. H. Hendrizal, M.Si., Sekda Zulfahmi Adrian, AP., M.Si., serta Anggota DPD RI Dapil Riau, KH. Muhammad Mursyid, M.Pd.I. Jajaran Forkopimda, Ketua TP-PKK Suci Rahmiani Ade, Ketua GOW Hj. Rina Etika Hendrizal, dan Ketua PWRI Kab. Inhu Ir. Selamat, M.M., juga tampak hadir di tengah ratusan purnabakti ASN.
Di hadapan para tokoh senior purnabakti, Bupati Ade Agus Hartanto secara terbuka memaparkan dinamika serta tantangan riil penyelenggaraan pemerintahan daerah saat ini, terutama dari sisi pengelolaan keuangan daerah.
“Kondisi kemampuan fiskal daerah yang terbatas menuntut kami untuk bekerja lebih cermat, bijaksana menentukan prioritas, dan berhati-hati dalam mengelola anggaran. Setiap rupiah anggaran harus benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Bupati Ade.
Ia menekankan bahwa Pemkab Inhu terus berada di jalur semangat gerakan perubahan. Menurutnya, pembenahan fondasi yang kuat dan konsisten menjadi prioritas mutlak agar kemajuan Indragiri Hulu memiliki pijakan yang kokoh di masa depan.
Sebab itu, rekam jejak, kebijaksanaan, dan pengalaman para pensiunan ASN sangat dibutuhkan sebagai benteng kontrol sosial.
“Kami menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Masukan, pengalaman, dan nasihat dari para tokoh di PWRI sangat kami butuhkan sebagai pengingat sekaligus penyeimbang dalam setiap langkah pembangunan,” tambahnya.
Respons positif datang dari jajaran purnabakti. Ketua PWRI Kabupaten Inhu, Ir. Selamat, M.M., menegaskan bahwa berakhirnya status masa kerja sebagai ASN aktif sama sekali tidak memadamkan jiwa pengabdian mereka terhadap daerah.
“Meskipun kami telah menyelesaikan masa bakti, semangat untuk mengabdi tidak pernah surut. Keluarga besar PWRI Inhu siap terus berkontribusi, memberikan sumbangsih pemikiran, serta mendukung penuh program pemerintah daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Selamat optimis.
Pengukuhan pengurus PWRI di tingkat kecamatan ini diharapkan menjadi penguat struktur organisasi hingga ke akar rumput, sekaligus memastikan silaturahmi dan sinergi antara para purnabakti dengan pemerintah daerah tetap berjalan dinamis dan berkesinambungan.


