Diduga Keracunan Sate, 21 Jemaat GPdI di Pematang Reba Dirawat di RS dan Klinik
BBI.COM, INHU – Sebanyak 21 jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Elshaddai Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, diduga mengalami keracunan makanan massal, Rabu malam (22/10/2026).
Para korban saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Indrasari Pematang Reba dan Klinik Muizzah Pematang Reba. Data sementara, 15 orang dirawat di RSUD Indrasari dan 6 orang di Klinik Muizzah.
Dugaan keracunan mengarah pada hidangan sate yang disajikan dalam acara ibadah rayon gereja tersebut.
Salah seorang korban, S.P. Simatupang yang dirawat di Klinik Muizzah, mengatakan gejala mual, muntah dan sakit perut dirasakan setelah menyantap sate.
“Semua yang ikut ibadah rayon yang makan sate tersebut merasakan gejala yang sama,” ujarnya, Kamis (23/10/2026) malam.
Korban lain, Nainggolan yang dirawat di RSUD Indrasari menyebut gejala muncul sekitar pukul 23.00 WIB.
“Setelah pulang ibadah, kami sekeluarga berlima merasakan mual hebat, diare dan pusing,” katanya.
Dugaan semakin kuat setelah dua anak dari jemaat bernama Heppi Manurung yang tidak ikut ibadah juga mengalami gejala serupa usai memakan sate yang dibawa pulang orang tuanya.
“Dua anak saya yang di rumah juga sakit perut hebat dan muntah-muntah hingga harus dibawa ke RS,” ujar Heppi.
Tuan rumah acara yang memesan sate, M.S, membenarkan memesan 25 bungkus sate untuk acara tersebut dari sebuah warung sate di kawasan Jalan Seminai, Pematang Reba.
“Saya pesan 25 bungkus. Sekitar pukul 22.30 WIB sudah ada jemaat yang telepon saya mengeluh mual dan pusing,” ungkap M.S. Ia sendiri baru merasakan gejala pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi para korban dilaporkan dalam keadaan stabil dan masih dalam penanganan medis.


